search catalogue
catalogue

Documenting Sajau and Basa Latala: Everyday and Ritual Languages of the Punan Batu in North Kalimantan, Borneo

Language Sajau; Basa Latala
Depositor Luigi Sausa
Affiliation University of Naples “L’Orientale”
Location Indonesia
Collection ID 0850
Grant ID SG1218
Funding Body Endangered Languages Documentation Programme
Collection Status Forthcoming
Landing Page Handle http://hdl.handle.net/2196/da30f3fa-ab47-4158-bc01-8d7677721f71

 

Summary of the collection

English: This collection will contain documentation of Sajau and Basa Latala, the everyday and ritual languages of the Punan Batu, a semi-nomadic community of hunter-gatherers living in the forests of Bulungan, North Kalimantan, Indonesian Borneo. Sajau (ISO 639-3: sjb) is an Austronesian language of the Malayo-Polynesian branch, while Basa Latala is a ritual variety performed by elders in songs and ceremonial contexts, whose classification remains unresolved. Both varieties are severely endangered, with an estimated 100–200 speakers for Sajau and 100–150 for Basa Latala. To date, no publicly available audio, video, or textual documentation of either variety exists. The collection will include audio-video recordings covering a range of speech genres, including life stories, traditional narratives, descriptions of cultural practices, procedural discourse, ritual songs, and everyday interactions. Materials will be transcribed and translated into Indonesian and English. The collection will also include a Sajau–Latala–Indonesian–English dictionary and photographs documenting ecological knowledge and daily activities. This collection is a work in progress and will be expanded as the project develops. Information on the sessions, themes, and keywords will be available in English and Indonesian.

Bahasa Indonesia: Koleksi ini akan berisi dokumentasi Sajau dan Basa Latala, bahasa sehari-hari dan bahasa ritual Punan Batu, sebuah komunitas pemburu-peramu semi-nomaden yang tinggal di hutan Bulungan, Kalimantan Utara, Borneo, Indonesia. Sajau (ISO 639-3: sjb) adalah bahasa Austronesia dari cabang Melayu-Polinesia, sedangkan Basa Latala adalah varietas ritual yang dibawakan oleh para tetua dalam nyanyian dan konteks upacara, yang klasifikasinya masih belum terselesaikan. Kedua varietas ini sangat terancam punah, dengan perkiraan 100–200 penutur untuk Sajau dan 100–150 untuk Basa Latala. Hingga saat ini, tidak ada dokumentasi audio, video, atau tekstual yang tersedia untuk publik untuk kedua varietas tersebut. Koleksi ini akan mencakup rekaman audio-video yang meliputi berbagai genre tuturan, termasuk kisah hidup, narasi tradisional, deskripsi praktik budaya, wacana prosedural, nyanyian ritual, dan interaksi sehari-hari. Materi akan ditranskripsikan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Koleksi ini juga akan mencakup kamus Sajau–Latala–Indonesia–Inggris serta foto-foto yang mendokumentasikan pengetahuan ekologis dan kegiatan sehari-hari. Koleksi ini masih dalam tahap pengembangan dan akan diperluas seiring dengan berjalannya proyek. Informasi tentang sesi, tema, dan kata kunci akan tersedia dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

 

Group represented

English: The Punan Batu are a small community of semi-nomadic hunter-gatherers living in the forests of North Kalimantan, near Tanjung Selor in Bulungan Regency, Indonesia. The Punan Batu move seasonally between rock shelters, caves, and forest camps. They number approximately 35 households, and the majority remain mobile foragers. Their subsistence is based on hunting, gathering, and the collection of forest products for exchange. In 2023, the Bulungan Regency government officially acknowledged the Punan Batu as an Indigenous community, granting them rights to manage their customary forest. In 2024, they received the national Kalpataru Award in the Environmental Savior category, recognizing their cultural distinctiveness and their role in protecting the forest.

Bahasa Indonesia: Punan Batu adalah komunitas kecil pemburu-peramu semi-nomaden yang tinggal di hutan Kalimantan Utara, dekat Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Indonesia. Punan Batu berpindah secara musiman antara ceruk batu, gua, dan perkemahan hutan. Mereka terdiri dari sekitar 35 rumah tangga, dan sebagian besar masih hidup sebagai peramu. Mata pencaharian mereka berbasis pada berburu, meramu, dan pengumpulan hasil hutan untuk ditukarkan. Pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Bulungan secara resmi mengakui Punan Batu sebagai masyarakat adat dan memberikan hak untuk mengelola hutan adat mereka. Pada tahun 2024, mereka menerima penghargaan nasional Kalpataru dalam kategori Penyelamat Lingkungan, sebagai pengakuan atas kekhasan budaya dan peran mereka dalam menjaga kelestarian hutan.

 

Language information

English: Sajau is an Austronesian language of the Malayo-Polynesian branch, classified within the Greater North Borneo linkage and the Punan subgroup (Tubu–Bah branch). It is the everyday language of the Punan Batu community in Bulungan, North Kalimantan. The ISO 639-3 code sjb, labeled “Sajau Basap,” is disputed; the language is also referred to in the literature as Punan Batu, Punan Basap, Punan Batu 2, Punan Sajau, and Sujau. It is to date undocumented and very scarcely described. The number of speakers is estimated between 100 and 200.
Alongside Sajau, the Punan Batu repertoire includes Basa Latala, a ritual variety performed primarily by elders in songs and ceremonial contexts. Basa Latala has no ISO or Glottolog code and its classification is debated. The number of speakers of Basa Latala is estimated between 100 and 150. The absence of systematically collected materials has so far prevented a conclusive analysis.
At present, there is no publicly available audio or video documentation of Sajau or Basa Latala. No transcribed or annotated corpora exist, and there are no accessible lexical resources or descriptive accounts beyond brief mentions.

Bahasa Indonesia: Sajau adalah bahasa Austronesia dari cabang Melayu-Polinesia, yang termasuk dalam kelompok Greater North Borneo dan subkelompok Punan (cabang Tubu–Bah). Bahasa ini merupakan bahasa sehari-hari komunitas Punan Batu di Bulungan, Kalimantan Utara. Kode ISO 639-3 sjb, yang berlabel “Sajau Basap,” masih diperdebatkan; bahasa ini juga disebut dalam literatur sebagai Punan Batu, Punan Basap, Punan Batu 2, Punan Sajau, dan Sujau. Bahasa ini belum terdokumentasi dan sangat sedikit dideskripsikan. Jumlah penutur diperkirakan antara 100 dan 200 orang.
Selain Sajau, repertoar bahasa Punan Batu juga mencakup Basa Latala, varietas ritual yang dibawakan terutama oleh para tetua dalam nyanyian dan konteks upacara. Basa Latala tidak memiliki kode ISO maupun Glottolog, dan klasifikasinya masih diperdebatkan. Jumlah penutur Basa Latala diperkirakan antara 100 dan 150 orang. Ketiadaan materi yang dikumpulkan secara sistematis hingga saat ini menghalangi analisis yang konklusif.
Saat ini, tidak ada dokumentasi audio atau video Sajau maupun Basa Latala yang tersedia untuk publik. Tidak ada korpus yang ditranskripsikan atau dianotasi, dan tidak ada sumber leksikal atau deskripsi yang dapat diakses selain penyebutan singkat.

 

Acknowledgement and citation

English: I wish to acknowledge with gratitude the Punan Batu community in Bulungan, North Kalimantan, for their willingness to share their languages and knowledge, and Prof. Antonia Soriente (University of Naples “L’Orientale”) and Prof. Bernard Sellato for their guidance and support.
To refer to any data from the collection, please cite as follows:
Sausa, Luigi. 2026. Documenting Sajau and Basa Latala: Everyday and Ritual Languages of the Punan Batu in North Kalimantan, Borneo. Endangered Languages Archive. Handle: http://hdl.handle.net/2196/84ba14d9-ceec-4527-a7ae-eb507a2c6f8c. Accessed on [insert date here].

Bahasa Indonesia: Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada komunitas Punan Batu di Bulungan, Kalimantan Utara, atas kesediaan mereka berbagi bahasa dan pengetahuan mereka, serta kepada Prof. Antonia Soriente (Università di Napoli “L’Orientale”) and Prof. Bernard Sellato atas bimbingan dan dukungannya.
Untuk merujuk data dari koleksi ini, harap kutip sebagai berikut:
Sausa, Luigi. 2026. Documenting Sajau and Basa Latala: Everyday and Ritual Languages of the Punan Batu in North Kalimantan, Borneo. Endangered Languages Archive. Handle: http://hdl.handle.net/2196/84ba14d9-ceec-4527-a7ae-eb507a2c6f8c. Diakses pada [masukkan tanggal di sini].

Click to access collection

Powered by Preservica
© Copyright 2025