Maybrat: Conversations and Narratives
| Language | Maybrat |
| Depositor | Servo Kocu |
| Affiliation | Universitas Cenderawasih |
| Location | Indonesia |
| Collection ID | 0832 |
| Grant ID | SG1143 |
| Funding Body | Endangered Languages Documentation Programme (ELDP) |
| Collection Status | Forthcoming |
| Landing Page Handle | http://hdl.handle.net/2196/1df98e4f-d49f-449d-98b9-89e42676df43 |
Summary of the collection
English: This project is a 10-month documentation of Maybrat language from July 2025 to April 2026. The project is funded by ELDP to document conversations and narratives covering oral traditions (myths, legends, initiation rites, procedures) and the speakers’ perspectives on the language vitality and maintenance across generations. The collections were efforts made by a collaborative work between a Maybrat heritage speaker linguist and the speakers of two dialects: Mayhapeh and Maymaru who live in the inlands of the central part of the Bird’s head peninsula in the Indonesian province of Papua Barat Daya. The collections were all recorded on video as well as audio and were designed to include transcription and translation of the contents.
Ringkasan Deposit
Indonesian: Proyek ini adalah dokumentasi bahasa Maybrat selama 10 bulan dari bulan Juli 2025 sampai dengan April 2026. Proyek ini didanai oleh ELDP untuk mendokumentasikan percakapan dan narasi yang mencakup tradisi lisan (mitos, legenda, upacara inisiasi, prosedur) dan perspektif penutur tentang vitalitas dan pemeliharaan bahasa dari generasi ke generasi. Pengumpulan data ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara seorang ahli bahasa penutur asli Maybrat dan penutur Maybrat dari dua dialek: Mayhapeh dan Maymaru yang tinggal di pedalaman di bagian tengah semenanjung kepala burung Provinsi Papua Barat Daya. Semua koleksi direkam dalam bentuk video dan audio dan dirancang untuk menyertakan transkripsi dan terjemahan dari konten tersebut dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Group represented
English: The groups represented in this collection are Maybrat speakers from two main regions in Maybrat regency: Aifat and Ayamaru, in the Indonesian province of Papua Barat Daya. The speakers from Aifat represented in this documentation are the group who reside in North Aifat sub-district while the speakers from Ayamaru reside in North Ayamaru sub-district. The two regions, Aifat and Ayamaru, had been the focus anthropological and linguistic studies between 1960s and 1990s.
Kelompok yang diwakili
Indonesian: Kelompok-kelompok yang diwakili dalam koleksi ini adalah penutur bahasa Maybrat dari dua wilayah utama di Kabupaten Maybrat: Aifat dan Ayamaru, di provinsi Papua Barat Daya. Penutur dari Aifat yang terwakili dalam dokumentasi ini adalah kelompok yang tinggal di Distrik Aifat Utara. Penutur dari Ayamaru tinggal di kecamatan Ayamaru Utara. Kedua wilayah ini, Aifat dan Ayamaru telah menjadi fokus penelitian antropologi dan linguistik antara tahun 1960-an dan 1990-an.
Language information
English: The name Maybrat refers not only to a language but also to an ethnic group and an administrative region in Indonesian province of Papua Barat Daya. Previous studies, especially studies carried out by Doll (2007), have identified six dialects spoken by Maybrat people: Maymaru, Mayhapeh, Mayte, Maymare, Mayasmaun, Karon. The last variant, recognized also as Meyah, is situated in Tambrauw, a regency bordering with Maybrat regency. The current number of Maybrat speakers is not known. Brown (1991), however, noted that it was approximately 22,000 speakers.
Informasi Bahasa
Indonesian: Maybrat tidak hanya merujuk pada bahasa tetapi juga pada suku bangsa dan wilayah administratif di provinsi Papua Barat Daya. Penelitian sebelumnya, terutama penelitian yang dilakukan oleh Doll (2007), telah mengidentifikasi enam dialek yang dituturkan oleh orang Maybrat: Maymaru, Mayhapeh, Mayte, Maymare, Mayasmaun, Karon. Varian terakhir, yang juga dikenal sebagai Meyah, terletak di Tambrauw, sebuah kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Maybrat. Jumlah penutur bahasa Maybrat saat ini tidak diketahui. Namun, Brown (1991) mencatat bahwa jumlah penuturnya sekitar 22.000 orang.
References
Dol, Philomena. 2007. A grammar of Maybrat. Canberra: Pacific Linguistics.
Brown, William U. 1991. A quantitative phonology of Mai Brat. Pacific Linguistics, A-73:1-27
Acknowledgement and citation
English: Users of this collection should acknowledge Servo Kocu as the principal investigator and all individuals involved in the research and the Endangered Languages Documentation Program (ELDP) who funded the project. Use of the text collection should acknowledge by name the people who recorded the session and the individuals in the recording whose utterances and/or images are used as well as any individuals involved in data collection, transcription and translation in any other way. Relevant information is available in the metadata.
Pengakuan dan Kutipan
Indonesian: Pengguna dari koleksi ini selayaknya mengutip Servo Kocu sebagai peneliti utama dan semua pihak yang terlibat dalam penelitian ini dan Program Dokumentasi Bahasa-Bahasa yang Terancam Punah (ELDP) pemberi dana proyek ini. Penggunaan koleksi teks selayaknya mengutip nama orang yang merekam suatu sesi dan setiap orang yang ada di dalam rekaman yang mana ujaran-ujaran dan/atau gambar-gambarnya digunakan demikian juga pihak mana saja yang terlibat dalam pengumpulan data, transkripsi dan penerjemahan atau yang terlibat dengan cara lain. Informasi terkait tersedia dalam metadata.
To refer to any data from the collection, please cite as follows:
Kocu, Servo. 2025. Documentation of Maybrat Language. Endangered Languages Archive. Handle: http://hdl.handle.net/2196/f6aa4990-1af2-403b-b155-f23a6ebaca4e. Accessed on [insert date here].

