The documentation and description of Liki, an Austronesian language of Papua

A fisherman returning from fishing at dusk (Photo by Mohammad Lutfi, August 16 2025). Click on image to access collection.
| Language | Liki |
| Depositor | Wira Kafryawan, Andi Miftahul Maulidil Mursyid |
| Affiliation | Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua |
| Location | Indonesia |
| Collection ID | 0830 |
| Grant ID | SG1134 |
| Funding Body | Endangered Languages Documentation Programme (ELDP) |
| Collection Status | Collection online |
| Landing Page Handle | http://hdl.handle.net/2196/16df0a34-1547-4660-9e6d-f9eab4152c2b |
Summary of the collection
English: The collection is an outcome of the documentation project of Liki language, funded by Endangered Language Documentation Programme (ELDP). Not only linguists but also indigenous speakers and the community in Liki island are working together on the project, providing assistance with audio and video recording, orthographic transcription, and both Indonesian and English translation. The deposited data that are collected involve several genres of naturalistic and elicited recording with their segmentation and annotation, as well as photographs.
Ringkasan koleksi
Indonesian: Koleksi ini merupakan hasil dari proyek dokumentasi bahasa Liki yang didanai oleh Endangered Language Documentation Programme (ELDP). Tidak hanya ahli bahasa, tetapi juga penutur asli dan masyarakat di Pulau Liki bekerja sama dalam proyek ini, memberikan bantuan berupa rekaman audio dan video, transkripsi ortografis, serta penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Deposit data yang dikumpulkan meliputi beberapa jenis rekaman naturalistik dan rekaman elisitasi dengan segmentasi dan anotasinya, serta foto-foto.
Group represented
English: The group inhabiting Liki island is called Liki people and their language is called Liki language. The group consists of several clans, such as Teno, Kiman, Weirau, Esries, and Morsau. Uniquely, the group uses a neighborhood association system that is organized based on the clan surname. Since Teno is the biggest clan among them, the chief of tribe (also called Ondoafi in Papuan terms) is led by Teno clan. It is reported in 2022 that Liki island has 70 households with 374 people.
Kelompok yang diwakili
Indonesian: Kelompok yang mendiami Pulau Liki disebut orang Liki dan bahasa mereka disebut Bahasa Liki. Kelompok ini terdiri dari beberapa marga, seperti Teno, Kiman, Weirau, Esries, dan Morsau. Uniknya, suku ini menggunakan sistem rukun tetangga yang disusun berdasarkan marga. Karena Teno merupakan marga terbesar di antara suku-suku tersebut, maka kepala suku (disebut juga Ondoafi dalam istilah Papua) dipimpin oleh marga Teno. Dilaporkan pada tahun 2022, Pulau Liki memiliki 70 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 374 jiwa.
Language information
English: The indigenous language in Liki island is Liki language. The alternate name of Liki language is Moar language. The language is classified into Austronesian, Malayo-Polynesian, Eastern Malayo-Polynesian, Oceanic, Western Oceanic, North New Guinea, Sarmi-Jayapura Bay, Sarmi, Sobeic, Sobei-Liki. The language is reported to linguistically have numerous similarities with Sobei language. Unfortunately, the language is critically endangered with approximately 5 – 25 native speakers nowadays, where the only remaining fluent speakers are people of the grandparent generation.
Informasi bahasa
Indonesian: Bahasa asli di pulau Liki adalah bahasa Liki. Nama alternatif bahasa tersebut adalah bahasa Moar. Bahasa ini diklasifikasikan ke dalam bahasa Austronesian, Malayo-Polynesian, Eastern Malayo-Polynesian, Oceanic, Western Oceanic, North New Guinea, Sarmi-Jayapura Bay, Sarmi, Sobeic, Sobei-Liki. Bahasa ini dilaporkan secara linguistik memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Sobei. Sayangnya, bahasa ini telah terancam punah dengan sekitar 5 – 25 penutur asli saat ini, di mana satu-satunya penutur fasih yang tersisa adalah orang-orang dari generasi kakek-nenek.
Acknowledgement and citation
English: Users of any part of this collection should acknowledge Wira Kafryawan as the principal investigator, and Andi Miftahul Maulidil Mursyid and Mohammad Lutfi as core members of the research team. The Endangered Languages Documentation Programme (ELDP) is the funder of the research project. Any other contributors involved in data collection, transcription, and translation, or who contributed in any other way, should be acknowledged by name. The relevant information is available in the metadata.
Ucapan terima kasih dan kutipan
Indonesian: Pengguna bagian mana pun dari koleksi ini harus menyebutkan nama Wira Kafryawan sebagai peneliti utama, dan Andi Miftahul Maulidil Mursyid serta Mohammad Lutfi sebagai anggota inti tim peneliti. The Endangered Languages Documentation Programme (ELDP) merupakan penyandang dana proyek penelitian ini. Kontributor lain yang terlibat dalam pengumpulan data, transkripsi, dan penerjemahan, atau yang berkontribusi dengan cara lain, harus disebutkan namanya. Informasi yang relevan tersedia dalam metadata.
To refer to any data from the collection, please cite as follows:
Kafryawan, Wira. 2025. The documentation and description of Liki, an Austronesian language of Papua. Endangered Languages Archive. Handle: https://hdl.handle.net/2196/9845fd35-9109-4e1b-a420-5e20430ef56e. Accessed on [insert date here]

