search catalogue
catalogue

Uruangnirin language documentation

Deposit page image for the collection: 'Uruangnirin language documentation"

Landingpage image for the collection ‘Uruangnirin language documentation’. Click on image to access collection. The Karas Islands, view from the east. / Pulau Karas dari sebelah timur. Photographer: Eline Visser

Language Uruangnirin (urn)
Depositor Eline Visser
Affiliation University of Oslo
Location Indonesia
Collection ID 0681
Grant ID SG0685
Funding Body ELDP
Collection Status Forthcoming
Landing page handle http://hdl.handle.net/2196/db439a6c-2473-4c16-9801-cc071a32bc34

 

Summary of the collection

English: This collection is the result of fieldwork on the Karas Islands from October 2022 to January 2023. It contains video recordings of speakers of Uruangnirin (by the speakers called Rwangnirin or Wangnirin, sometimes also Karas Darat [Landside Karas]). This is a previously undescribed Austronesian language spoken in eastern Indonesia.

Indonesian: Koleksi material bahasa ini adalah hasil kunjungan di Pulau Karas, kampung Kiaba, dari bulan oktober 2022 sampai bulan januari 2023. Koleksi berisi rekaman dalam bahasa Uruangnirin (dipanggil Rwangnirin atau Wangnirin, atau juga Karas Darat). Wangnirin itu bahasa Austronesia yang dipakai di empat kampung di Pulau Karas, kabupaten Fakfak, provinsi Karas Barat. Sebelum proyek ini, bahasa ini belum terdeskripsikan dan terdokumentasikan.

 

Group represented

English: The group represented in this deposit are the speakers of Uruangnirin. Most of them live on four villages on the two smallest Karas Islands. All data was collected in the village Kiaba. Other Wangnirin-speaking villages are Faor (Faur), Tuburuasa (Tuberwasa) and Tarak. There are also speakers in the district capital Malakuli and the regency capital Fakfak.

Indonesian: Orang yang diwakili di dalam deposit ini adalah orang yang bicara bahasa Wangnirin. Hampir semua orang yang tahu bahasa Wangnirin tinggal di empat kampung di Pulau Karas. Semua data dikumpul di kampung Kiaba. Tiga kampung lain yang pakai Wangnirin itu Faor (Faur), Tuburuasa (Tuberwasa) dan Tarak. Ada juga orang yang tahu bahasa Wangnirin di Malakuli dan Fakfak.

 

Special characteristics

English: This project focuses on genres that represent what are perhaps the most naturalistic settings for language: conversations between two or more participants, either in a “static” situation (for example sitting on the porch) or in an “active” situation (for example while working in the garden).

Indonesian: Proyek ini berfokus pada bahasa alami: orang yang duduk cerita dengan teman (seperti di depan rumah) dan orang yang cerita sambil kerja (seperti di kebun).

 

Collection contents

English: This collection is planned to have the following contents:
• six hours of transcribed recordings of naturalistic speech of different genres, including narratives, conversations and action videos
• between twenty and thirty hours of untranscribed recordings of naturalistic speech with ample metadata
• recordings of elicitation sessions
• an Uruangnirin – Papuan Malay – English word list

Indonesian: Di dalam koleksi ini ada:
• rekaman dengan transkripsi dalam bahasa kampung, terjemahkan dalam bahasa Indonesia (Melayu Papua) dan terjemahkan dalam bahasa Inggris
• rekaman tanpah transkripsi, tapi dengan banyak metadata
• rekaman sesi elisitasi (peneliti duduk sama guru dan terjemahkan frasa)
• daftar kata bahasa Wangnirin – bahasa Indonesia (Melayu Papua) – bahasa Inggris

 

Collection history

English: This project is financed by the Wenner-Gren foundations (Wenner-Gren Fellowship, 2021-2024) and an ELDP Small Grant SG0685 (September 2022 – August 2023). Fieldwork took place from October 2022 to January 2023.

Indonesian: Proyek ini dibiayai oleh yayasan Wenner-Gren (Wenner-Gren Fellowship, 2021-2024) dan ELDP Small Grant SG0685 (September 2022 – Agustus 2023). Kerja lapangan berlangsung dari oktober 2022 sampai januari 2023.

 

Acknowledgement and citation

English: The recordings this corpus were transcribed and translated to Papuan Malay with help from Kamal Kanabaraf, Rustam Kanabaraf, Salis Maswatu Kanabaraf and Safrudin Tianotak. Eline Visser is the principal investigator, who led the data collection and performed data analysis.

To refer to any data from this corpus, please cite it in this way:

Visser, Eline, Kamal Kanabaraf, Rustam Kanabaraf, Salis Maswatu Kanabaraf and Safrudin Tianotak. Uruangnirin language documentation. Endangered Languages Archive. Handle: http://hdl.handle.net/2196/dd459a7c-2493-4d26-9801-cc071a72bd34. Accessed on [insert date here].

Indonesian: Kamal Kanabaraf, Rustam Kanabaraf, Salis Maswatu Kanabaraf dan Safrudin Tianotak bantu transkripsi dan terjemahkan dalam bahasa Indonesia (Melayu Papua) rekaman di dalam koleksi ini. Peneliti utama adalah Eline Visser. Dia memimpin kumpulan data dan bikin analis data.

Untuk merujuk ke data apa pun dari koleksi ini, harap kutip koleksi dengan cara ini:

Visser, Eline, Kamal Kanabaraf, Rustam Kanabaraf, Salis Maswatu Kanabaraf dan Safrudin Tianotak. Uruangnirin language documentation. Endangered Languages Archive. Handle: http://hdl.handle.net/2196/dd459a7c-2493-4d26-9801-cc071a72bd34. Diakses pada [masukkan tanggal di sini].

 

Powered by Preservica
© Copyright 2022